CIRI KHAS NDAI DOU WERA

SELAMAT DATANG DI BLOG KOMUNITAS DOU WERA ..KAMANE..

KAMANE ADALAH CIRI KHAS ORANG WERA

JADI KAMANE PERLU KITA LESTARIKAN LENGA DOHOE

KARENA ITU MERUPAKAN BAGIAN DARI ADAT DAN BUDAYA KITA.......

WATI SI NDAI COU WALI


Kamis, 12 Januari 2012

KEKECEWAAN DAN HARAPAN PADA PEMIMPIN

Oleh : Muhammad Isnaini
Komunitas Sarangge Mbozo (KSM)

Sejalan waktu aku terpagut oleh sinarmu
Berjuta senyum hadir oleh pesonamu
Yang tercurah pelan tapi dalam dihatiku
Aku memang tlah kasmaran pada sosokmu
Dan akhirnya kaupun hadirkan segumpal harapan dihatiku
Yang nyatanya hanya palsu
Hanya sebatas bayangan semu
Dan dilenyapkan sekejap oleh kenyataan waktu
Aku dengan segala kelemahanku
aku dengan segala kekuranganku
dan aku dengan segala keharapanku
berdiri disini memandangi diri...
sementara di seberang sana engkau berdiri
memandang tanpa ekspresi
Dengan sejuta keangkuhanmu
Menertawakan dan melecehkan aku dan mereka
aku disini kembali menepi
mencoba tuk melabuhkan sedikit kerinduan hati
mencoba tuk mencurahkan beban jiwa ini
mencoba tuk menyandarkan sedikit lelah ini
di bahumu yang ku pikir bersedia mememikirkan aku dan mereka
di pundakmu kami menitipkan amanat
di tubuhmu terhempaskan segala harapan
di jiwamu terhenti semua cita – citaku dan mereka



“lingi na ade na wa’ura langa, hampa ba pehe ba da eda weata pahu na,
ne’eta kambali na nggahi ku ba dou mbalo, lingi na ade ti wara dou ma eda,
mai ra samena na weki dou mbojo ta kambali ku mbojo ma ntoi
ma kapahu au ra pehe ma katada rawi ma tedi ma katedi rawi ma tada.!”

Aku hanya bercinta dengan diriku
aku hanya sang pemimpi yang ingin terbang bersamamu
Yang justru kini tersenyum diperaduan pujanggamu
Aku sakit,di sini di dalam hatiku
Kini hanya ada kosong harapan dan pilu…
Aku terdiam bukan bisu karna tak mampu berkata
Tapi siamku karena kecewa pada hati yang terabaikan
Mungkin putaran bumi kan menjawab sejuta tanya
Dan menghapus jejaknya dibalik kisah baru yang kan tercipta

dalam keterpurukkan dan kegalauan
tak ada yang mungkin bisa ku lakukan
hanya memandangi dirimu yang berlalu pergi
tanpa mampu mengutuki mu
karena engkau adalah pemimpin ku dan mereka
walau galau melingkupi
senyum mungkin tersungging disana
tawa mungkin terderai dalam asa
untaian doa kan selalu ada
Semoga kecewa ini cepat hilang dan reda
semoga engkau menghadirkan nurani mu
semoga engkau membuka cakrawala jiwa mu
demi aku, generasi, mereka dan semua “Dou Labo Dana Mbojo”

DEFINISI FASILITASI

“Facile” = mudah
Fasilitasi adalah proses sadar, sepenuh hati dan sekuat tenaga membantu kelompok, sukses meraih tujuan terbaiknya dengan taat pada nilai-nilai dasar dan peraturan.
PERAN FASILITATOR
CONTENT NEUTRAL (tak memihak)
PEMANDU PROSES
PENDIDIK PROSES
PENCIPTA ALAT PEMUDAH CARA BELAJAR
“fasilitator memberikan segalanya kecuali jawaban yang benar”
Karakter utama seorang fasilitator yang baik adalah ia netral pada subtansi masalah (content neutral) atau tidak memihak.
Content neutral berarti ia tidak mengambil posisi pada masalah yang sedang dibicarakan dan tidak memiliki kepentingan pada hasil yang dicapai dari proses diskusi tersebut.
PEMANDU PROSES
Peran utama seorang fasilitator adalah menjadi pemandu proses. Ia selalu mencoba proses yang terbuka dan adil sehingga setiap individu berpartisipasi secara seimbang. Fasilitator juga menciptakan ruang aman dimana semua pihak bisa sungguh-sungguh berpartisipasi.
PENDIDIK PROSES
Fasilitator sebagai Process Educator atau pendidik proses
Peran penting fasilitator adalah mengajar tentang proses. Semisal 4 X 4 = Berapa?
Yang paling penting adalah bagaimana cara menghitung untuk memperoleh angka 16 atau bagaimana cara mencapai hasil yang diinginkan
PENCIPTA ALAT PEMUDAH CARA
fasilitator menciptakan atau membuat alat-alat bantu sederhana agar proses diskusi menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Biasanya alat-alat bantu itu berupa pertanyaan-pertanyaan kunci yang sederhana dan bisa membantu siswa mulai saling berdiskusi.
Senyum
<3 Sekian <3

Rabu, 06 Juli 2011

KRONOLOGIS PERMASALAHAN DEMO ANARKIS MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM 17 FEBRUARI 2010

1 Juni s/d 15 September 2007
Universitas Muhammadiyah Mataram membuka beberapa program study baru yang di ajukan dalam satu proposal pengajuan, yakni D3 Kesehatan, Fakultas Hukum, Pendidikan Fisika dan dua program study yang kemudian bermasalah yakni Sejarah dan Matematika yang di brosur di tulis berstatus izin operasional yang sebenarnya tidak ada izin (brosur terlampir). Untuk Program Studi Sejarah di terima pada : TA. 2007/2008 (Angkatan pertama) berjumlah sekitar 107 mahasiswa, pada TA. 2008/2009 (Angkatan ke Dua) berjumlah 110 mahasiswa, dan TA. 2009/2010 (Angkatan ke Tiga) berjumlah sekitar 120 Mahasiswa. (data mahasiswa terlampir)
Untuk Program Studi Matematika di terima pada : TA. 2007/2008 (Angkatan pertama) berjumlah sekitar 21 mahasiswa, pada TA. 2008/2009 (Angkatan ke Dua) berjumlah 47 mahasiswa, dan TA. 2009/2009 (Angkatan ke Tiga) berjumlah sekitar 66 Mahasiswa. (data mahasiswa terlampir)
Pengusulan Program Studi baru ini dilakukan saat Rektor Drs. Imam Hidayat menjabat, yang kemudian menetapkan tim penyusun proposal program studi baru (Data SK Terlampir). Namun Rektor Imam Hidayat meninggal di tengah masa tugasnya dan digantikan oleh Plt. Rektor Drs. Samsudin Anwar (Ketua PWM NTB saat itu) yang telah ditunjuk oleh PP Muhammadiyah untuk meneruskan visi dan Misi lembaga sampai terpilihnya Mukhlis sebagai rector namun kemudian dengan intrik tertentu justru H. Agusfian Wahab, SH. yang naik sebagai Rektor 2008-2010, (SK PPM Terlampir).
Pada saat Drs. Syamsudin Anwar memimpin sebagai Rektor Plt., tim menuai beberapa keberhasilan dalam mengurus izin, diantaranya izin Diploma 3 Kesehatan, Izin Fisika dan Fakultas Hukum. Namun sejak naiknya Agusfian Wahab sebagai Rektor dan H.Suwardie, AH, SH, MPH sebagai Dekan FKIP yang kemudian mengambil alih dan merombak total struktur tim serta memasukkan Drs Hafid (ketua Prodi Sejarah) untuk mengurus proposal pengusulan Ijin, ketiganya dianggap tidak berkompeten serta kurang serius sehingga proses perizinan tersendat dan tidak ada perkembangan selama hampir tiga tahun belakangan ini.(SK tim yang baru hingga kini tidak ada atau belum kami dapatkan)
Pada saat Dekan Zaini Bidaya, SH. Mahasiswa sejarah mengadakan audiensi sebanyak 2 kali dan mahasiswa hanya menerima janji- janji, mereka berkelit dengan dalih kejamnya kehidupan Jakarta dalam mengurus Ijin. Kemudian Zaini Bidaya SH turun dari jabatannya dan digantikan Drs. Ahmad Djunaidi (tanpa restu PPM/PWM melainkan restu dari Rektor), dalam kondisi ini mahasiswa mengadakan audiensi 1 kali dan janji hampa terlontar kembali hingga naiknya dekan baru yakni H. Suwardie, AH, SH, MPH
Ketika Rektor Agusfian Wahab masih di Jakarta, Dekan menghubungi Rektor bahwa Mahasiswa sejarah dan matematika ingin mengadakan audiensi dengan Rektor dan di setujui oleh Rektor, di samping itu Dekan FKIP mengatakan kepada mahasiswa sejarah dan matematika melalui HMPS-nya masing – masing dan BEM FKIP bahwa Dekan mengundang mahasiswa untuk beraudiensi dengan Rektor pada hari Rabu, 3 Februari 2010 (mahasiswa dalam kondisi Ujian Semester hari ke tiga). Setelah informasi itu di sebarkan kepada mahasiswa sejarah dan matematika, kami pun mahasiswa menyusun rencana atas dasar permintaan keprodi Sejarah (Drs. Hafid) bahwa “kalian harus susun rencana dan strategi untuk menghadapi Rektor dan kalian harus menyatakan bagaimana supaya gerakan ini adalah gerakan terakhir kita, ya atur sendirilah sesama kalian”.
Selasa 2 february 2010
Pukul 16:17 – 18:20 Mahasiswa membahas setingan audiensi yang rencananya akan di adakan besoknya pada tanggal 3 february 2010 bertempat di Lapangan rektorat di hadiri oleh kurang lebih 15 mahasiswa. Setingan berisi apa saja yang menjadi tuntutan mahasiswa sejarah dan matematika, setingan di lanjutkan di lapangan basket pada pukul 20:24 – 23:40
Rabu 3 February 2010
Pukul 08:50 – 14:47 Hari ketiga ujian semester namun mahasiswa sejarah dan matematika mengikuti Audiensi terkait izin operasional mereka di auditorium rektorat yang dimediasi oleh Dekan FKIP berakhir dengan pecahnya kaca jendela timur rektorat dan kericuhan mahasiswa dengan satpam.
Pukul 13:37 Empat orang mahasiswa di utus ke ruang rektorat, terjadi penandatanganan perjanjian antara Rektor(Agusfian Wahab,SH), Dekan FKIP (H. Suwardi, SH), kepala program study sejarah (Drs. Hafid), kepala program study matematik (Drs. Indrajaya), ketua HMPS sejarah (Wawan Indrawan), ketua HMPS matematika (Ikhwan), disaksikan dua orang Mahasiswa lainnya yakni Edy Kurniawansyah (mahasiswa sejarah) dan M. Saiful (korlap aksi). Perjanjian tersebut terdiri dari tiga poin dengan substansi : Rektor berjanji pasti izin operasional akan keluar antara tgl. 13-15 February 2010, Lembaga dan mahasiswa akan musyawarah tentang kemaslahatan semester V dan III, dan apabila ijin tidak ada para pimpian akan menandatangani surat tuntutan mahasiswa (surat Tuntutan Terlampir). Isi surat tuntutan yakni pihak Universitas akan mengganti rugi sejumlah seratus juta per mahasiswa jika izin operasional tidak keluar
Terjadi jumpa pers (sepuluh orang pers) di ruangan rapat rektorat yang dimana Rektor mengalihkan isu izin operasional program study menjadi isu KTM plus ATM dan dosen yang jarang masuk.
Sabtu 6 February 2010
Mahasiswa berusaha agar semesteran terakhir yang terjadi hari ini ditunda hingga menjelang tanggal 13 february 2010(hari akan keluarnya izin prodi) karena biasanya selesai semesteran banyak mahasiswa yang pulang kampung. Jadi tujuan aksi ini yaitu mempertahankan masa mahasiswa hingga tanggal 13. Namun aksi itu berhasil digagalkan dan mendapat perhatian Dekan dan Keprodi dengan pernyataan keprodi “Jangan kalian melakukan aksi itu tanpa sepengetahuan saya karena nanti saya dan Dekan bisa di tangkap polisi”
Sabtu 13 February 2010
Mahasiswa mengadakan mimbar bebas (orasi) di kampus yang di dukung oleh BEM-U dan DPM-U, orasi berlangsung dari kampus FKIP hingga Rektorat dan mahasiswa meminta Rektor bersama jajarannya bertemu untuk beraudiensi guna meninjau keputusan Rektor yang akan berangkat ke Jakarta, keputusan ini dipertanyakan oleh mahasiswa, ini adalah bentuk alibi hukum Rektor untuk lari dari tanggung jawab tentang kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi di kampus pada tgl 15/02/2010. Rektor menjawab “kita tidak tinggal diam dan kita berusaha lewat hubungan telepon dengan orang pusat”. maka oleh mahasiswa mengatakan “Ayahanda Rektor kenapa harus lewat telepon dan bukankah itu mengurangi nilai kesopanan terhadap para pimpinan Dirjen Dikti, dan ketika langsung ke kantonya pun kita tidak bisa mendapatkan harapan kita, apalagi via telphon”. Dan audiensi itu, yang lebih ditekankan oleh mahasiswa adalah siapa yang akan menandatangani isi surat tuntutan mahasiswa yang telah disepakati tanggal 03 february 2010 apabila Rektor ikut juga ke Jakarta, maka Rektor menjawab “kita akan membuat surat tugas sementara PR III sebagai Pimpinan di UM.Mataram selama kami (Rektor, PR I dan PR II) berangkat mengurus izin”, audiensi selesai karena permintaan Rektor untuk mengakhirinya, mengingat ada rapat dengan para pimpinan (PR I, PR II, PR III, para Dekan Fakultas, dan BPH) di ruang rapatnya, permintaan tersebut disetujui oleh mahasiswa tetapi surat mandat kepada PR III sebagai Rektor harus diberikan kepada mahasiswa dan Rektor juga menyetujuinya, tetapi Rektor tidak menempati janjinya.
Ahad 14 February 2010
Rektor berangkat mengurus izin ke Jakarta bersama beberapa pejabat.
Senin 15 February 2010
Mahasiswa berkumpul menunggu hasil dan menduduki gedung rektorat (menginap di kampus)dengan meminta PR III juga mendampingi mahasiswa, isu yang berkembang Rektor akan pulang malam ini dan akan langsung menemui mahasiswa, mahasiswa menunggu hingga pukul 24:00 apabila terjadi hal yang tidak sesuai kesepakatan maka PR III atas nama Rektor harus menandatangani surat tuntutan mahasiswa. Namun ternyata PR III jatuh sakit dirumahnya karena Rektor memerintahkan “PR III tidak boleh pergi ke kampus dan jangan menadatangani surat itu, karena kita sudah meminta Rekomendasi Pak Amin Rais agar ijin Operasional itu dapat kita bawa”.
Selasa 16 February 2010
Sore hari ba’da ashar mahasiswa bertemu dengan PR III dan karena desakkan mahasiswa PR III menyatakan izinnya kemungkinan sudah ada namun saya diminta untuk merahasiakan hasilnya, usaha untuk merahasiakan hasil ini memancing kekesalan mahasiswa dan mahasiswa mengambil kesimpulan kemungkinan Rektor gagal. kemudian mahasiswa merancang untuk melaksanakan aksi keesokan harinya. Dalam setingan aksi terdapat rencana pembakaran keranda.
Rabu 17 February 2010
09:02 Aksi dimulai dengan do’a yang dipimpin saudara Habib dan Mukhlis Syuaib selaku Kordinator Lapangan (KORLAP) Aksi kemudian mimbar bebas (orasi) oleh Kasman dan Ruslan di FKIP. Massa aksi bergerak membawa keranda ke gedung rektorat sambil mendengarkan orasi dari saudara M. Saiful (TOMY) yang sempat berhenti di FISIPOL untuk berorasi sebentar dan perjalanan menuju gedung rektorat dilanjutkan kembali, begitu massa aksi sampai di depan gedung rektorat tanpa ada komando dan diluar setingan aksi rupanya ada oknum masa aksi yang berlaku anarkis dan tidak dapat menahan amarah sehingga memecahkan dua kaca pintu utama sebelah barat gedung rektorat, sedang sebagian masa aksi masih berada di bagian utara gedung rektorat karena panjangnya barisan masa aksi. Masa aksi dapat ditenangkan kembali atas kendali korlap meski masa aksi sempat berlarian kearah barat dari gedung rektorat karena menduga ada mahasiswa yang di serang satpam.
Orasi di depan rektorat disampaikan oleh Kasman selaku sekertaris jenderal BEM-U dan Mahayudin selaku Presiden Mahasiswa dengan tuntutan di pernyataan sikap yakni turunkan Rektor terkait Rektor Agusfian wahab yang S1 reshaffel PR I dan PR II dengan memposisikan jabatan sesuai keahlian dan tidak rangkap jabatan, menyegerakan KTM+ATM mahasiswa transparansi terkait manipulasi data Borang, PHKI, serta kuliah weekend (sabtu-ahad) yang di duga illegal dan kampus jauh di Lombok Tengah, Sumbawa, dan Bima. Pada hakikatnya masalah utamannya yang di persoalkan oleh mahasiswa adalah kasus Sejarah dan Matematika yang belum ada ijin operasional namun mahasiswa masih belum berani membongkar isu yang sebenarnya karena ancaman serta doktrin pihak kampus selama ini, dan tanpa mengangkat isu sebenarnya mahasiswa dan pihak kampus telah sama – sama telah paham dari aksi tersebut.
Selanjutnya masa aksi membentuk lingkaran di lapangan depan gedung rektorat kemudian membakar keranda disertai doa dan orasi oleh saudara Ruslan. Setelah itu Masa bergerak kembali kearah timur menuju BTN pagesangan timur untuk evaluasi aksi dan kemudian membubarkan diri secara tertib.
Kamis 18 February 2010
Berita di media elektronik dan cetak terfokus pada anarkisme mahasiswa tanpa melihat latar belakang dari tindakan anarkis tersebut, serta sosialisasi mengenai ancaman pihak kampus tentang akan ditindaknya mahasiswa secara hukum. Mahasiswa sudah tidak peduli dengan opini umum dan apa yang akan terjadi, mahasiswa hanya menginginkan kejelasan status mereka.
pukul 10:00 Audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah(PWM), Badan Pelaksana Harian (BPH), Dekan FKIP dan Keprodi Matematika di kantor BPH sambil menunggu hasil tim yang berangkat ke Jakarta.
Sekitar pukul 12:00 Rektor datang bersama Keprodi Sejarah, turun dari kendaraan dinasnya dan langsung mengatakan “siapa mau perang ayo kita perang” demikianlah bahasa pertama yang di keluarkan oleh pimpinan universitas muhammadiyah (Rektor) pada saat itu.
Mahayudin (Ketua BEM) dan Kasman (Sekjen BEM) meminta maaf atas pengerusakan mahasiswa yang diluar perkiraan dan di luar setingan aksi kepada pihak – pihak yang hadir saat itu, pertemuan berakhir pukul 12:23. Rektor marah – marah karena tingkah laku mahasiswa dan mengatakan izin sudah ada, ternyata itu hanyalah surat izin pertimbangan dari dikti yang masih sangat mengecewakan mahasiswa. Surat itu berisi pernyataan bahwa program study sejarah dan matematika masih belum boleh membuka pendaftaran atau menerima mahasiswa baru, karena masih banyaknya kekurangan yang belum bisa di lengkapi oleh pihak kampus sendiri, salah satu isi surat ijin pertimbangan yang dimaksud adalah dosen S2 5 (lima) orang untuk Prody sejarah dan 4 (empat) orang untuk Prody Matematika.
BAP di masukkan ke Polsek Mataram atas nama pelapor Anto (satpam kampus).
Jum’at 19 February 2010
Media memberitakan bahwa berdasar keterangan satpam kampus sebagai saksi sudah ada calon tersangka atas pemecahan kaca tsb, Kapolsekta Mataram AKP Arief Yuswanto mengatakan identitas pelaku telah di kantongi dan akan di jerat pasal 406 KUHP.
Sabtu 20 February 2010
Media memberitakan bahwa setelah sebelumnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Mataram Rektor Agusfian Wahab juga datang langsung dan melaporkan kasus ini ke Polres Mataram. Dia menyatakan permintaan maaf mahasiswa tidak akan mempengaruhi proses hukum.
Ahad 21 February 2010
Sekali lagi kembali melalui media di beritakan bahwa atas pecahnya dua kaca pintu rektorat sembilan mahasiswa atas nama (MUKHLIS SUAYIB, M. SAIFUL/TOMY, ADY ARDYANSYAH, MARWAN, KASMAN, MAHAYUDIN, TAUFIK, WAWAN INDRAWAN, A. KADIR) selain akan dituntut secara pidana juga akan di tuntut secara perdata sejumlah 1 Miliar.

Senin 22 February 2010
Sebagai jawaban atas tuntutan Rektor, Mahasiswa merencanakan akan mengadakan gerakan penggalangan koin 1 M. Namun karena tersebar isu akan ada pertemuan besar kembali antara pihak kampus, PWM, BPH, dan Mahasiswa yang akan dimediasi oleh Angkatan Muda Muhammadiyah pukul 10:00 pagi hari ini. Mahasiswa tidak jadi menjalankan rencananya. Namun ternyata yang hadir dalam pertemuan itu hanyalah Ketua BEM, Sekjen BEM, dan Dekan FKIP bersama Alam(mediator), karena melihat tidak ada itikad baik, mahasiswa yang menunggu di bawah gedung rektorat menganggap mediasi tersebut gagal dan menjalankan gerakan penggalangan koin 1 M. di kampus.
Selasa 23 February 2010
Karena gerakan penggalangan koin 1 M ini di beritakan di koran dan mendapat dukungan dalam bentuk opini oleh Hasan Masat tokoh ternama dari LSM Lesa Demarkasi. Ayahanda PWM kecewa dan marah, mahasiswa di tuduh membawa kasus ini keluar lembaga dengan melakukan konsolidasi dengan orang di luar lembaga padahal mahasiswa sama sekali tidak tahu menahu mengenai opini yang diberikan Hasan Masat. Sejak dahulu mahasiswa hanya bereaksi atas aksi – aksi yang dilakukan kampus. Rektor memerintahkan kepada bawahannya dan seluruh civitas akademika untuk tidak memberikan dukungan kepada mahasiswa serta gerakan koin 1 M nya dalam bentuk surat himbauan (surat himbauan terlampir).
Karena akan ada usaha mediasi kembali oleh pihak Angkatan Muda Muhammadiyah hari jum’at depan, mahasiswa menghentikan gerakan penggalangan koin 1 M.
Kamis 25 February 2010
21:00 – 01:00 pertemuan antara Angkatan Muda Muhammadiyah dan Mahasiswa sebagai bentuk persiapan audiensi keesokkan harinya. Alam (Anak Ketua PWM) yang memimpin / pencetus usaha mediasi meminta mahasiswa untuk menyerahkan surat dengan tidak melakukan tindakkan apapun, tanpa ada jaminan dukungan pada gerakan mahasiswa jika audiensi gagal. (kesepahaman gagal)
Jum’at 26 February 2010
Kampus sibuk dengan pembekalan mahasiswa KKN, termasuk Ketua dan Sekjen BEM juga mengikuti pembekalan audiensi kembali gagal di lakukan.
Senin 1 Maret 2010
Empat orang mahasiswa di panggil ke Polres Mataram sebagai saksi yaitu (Mahyudin, Kasman, Mukhlis Syuaib, dan Kadir) tampaknya pihak kampus serius dengan tuntutannya kepada mahasiswa.
Sabtu, 13 Maret 2010
Seorang mahasiswa bernama Arif Muliadin alias Cinta (sekarang jadi ketua IMBI MATARAM) diminta keterangan sebagai saksi.
Senin, 22 Maret 2010
Seorang mahasiswa bernama Taufik berstatus tersangka di minta untuk menghadiri sidang, yang dimana surat di titip di FKIP entah tanggal berapa, dan surat tersebut belum diterima saudara Taufik.
Kamis, 23 Maret 2010
Saudara taufik kembali diminta untuk menghadiri sidang untuk kedua kalinya, namun yang bersangkutan posisinya di luar kota (pulau Sumbawa/WERA BIMA). Dan yang bersangkutan belum mengetahui perihal pemanggilan tersebut.
Dan akhirnya pihak kampus mencabut kembali tuntutannya..... bersambung....

Marwan Galle ardath/ story... the history....

KASIH SAYANG YANG ABADI

Maafkan aku Ibu ,Bapak
Maafkan aku kalau selama ini aku menentang kalian
Maafkan aku kalau selama ini aku tidak mendengar perkataan kalian
Maafkan aku jika selama ini aku membentak kalian,memaki kalian.berkata kasar
Walaupun begitu kalian tetap memaafkanku,menyayangku dan disetiap do’a kalian selalu menyebut namaku

Terima kasih Ibu,Bapak kalian sudah menyayangiku dengan kasih sayang kalian yang tulus dan abadi selamanya
Terima kasih ibu,engkau telah merawatku tampa kenal lelah,melahirkanku kedunia ini dengan memperjuangan nyawamu.
Terima kasih Bapak engkau telah membimbingku,membanting tulang untukku,hari,bulan,tahun engkau tidak kenal lelah.
Terima kasih Ibu,Bapak kalian menyayangiku dengan ikhlas
Terima kasih atas bimbingan dan kasih sayang yang kalian berikan,aku cinta dan sayang kalian ,kalian segalanya dalam hidupku..........

gg tau cp penulisnya...

hehe

Jumat, 03 Juni 2011

sejauh mana implementasi nilai pancasila??

penerapannya jauh dari pidato2 para pemimpin yg melanjutkan tampuk kepemimpinan setelah yg pertama....



pelajaran sejarah yg seharusnya mampu mendidik anak bangsa agar bisa memahami nilai2 yg terkadung dalam pancasila itu selalu di abaikan oleh mereka2, bagi mereka yg lebih penting adalah bagaimana memelihara jabatan mereka,

menilik dari teory ashabiyahnya ibnu khaldun sekarnglah saatnya indonesia di pimpin oleh generasi penghancur, yg sama sekali telah melupakan sejarah perjuangan para pahlawannya...



Menurut Ibnu Khaldun, negara timbul dari sifat manusia yang makhluk sosial. Artinya, manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri untuk melangsungkan kehidupan. Oleh karena itu, manusia memerlukan kerjasama dengan manusia lainnya. Selanjutnya dari kerjasama tersebut, lahirlah suatu organisasi kemasyarakatan.



Setelah terbentuknya organisasi kemasyarakatan, maka masyarakat yang berada dalam organisasi tersebut membutuhkan sesorang tokoh untuk menjadi penengah dalam mayarakat tersebut. Hal itu diperlukan untuk menjaga anggota masyarakat dari gangguan dari masyarakat yang lainnya dalam berbagai hal. Dan hendaknya orang yang menjadi penengah adalah orang yang berpengaruh, berwibawa, dan mempunyai otoritas dalam masyarakatnya, sehingga fungsi sebagai penengah dan pelindung bagi masyarakat bisa terwujud. Menurut Ibnu Khaldun, sosok itu ada pada diri seorang raja atau kepala negara.



Dalam konteks kekinian,‘a s ha biya h dalam hal kenegaraan, bisa pula diartikan sebagai nasionalisme atau patriotisme, sehingga tidak heran jika sangat berpengaruh terhadap eksisitensi Negara itu sendiri. Teori siklus yang dicetuskan oleh Ibnu Khaldun memberi gambaran bahwa Negara itu muncul, berkembang, mundur, dan akhirnya hancur, mempunyai fase-fase yang tertentu dalam rentang waktu sekitar seratus tahun. Dalam rentang waktu tersebut Negara mengalami lima fase perkembangan:

1.Fase penaklukan, dengan cara merebut dan menguasai dari pemimpin yang sebelumnya.(‘as ha biya h masih kuat)

2.Fase pembinaan, kondisi masyarakat telah berubah dari tradisi al badawah ke al hadarah dan tunduk kepada penguasa.Kekuasaan cenderung terpusat pada seorang penguasa.(‘ashabiyah sudah mulai berkurang kekuatannya).

3.Fase kejayaan, negara mencapai tingkat kemajuan yang tinggi,dan hidup mewah. (Tahap ini ‘ashabiyah telah melemah, dan tidak dibutuhkan lagi oleh penguasa karena sudah merasa kuat).

4. Fase kemunduran, para pemimpin pada tahap ini terdiri tas orang-orang yang kurang kreatif hanya menerima dan mengikuti penguasa sebelumnya.

5.Fase kehancuran, negara telah memasuki masa tua. Pada masa ini penguasa suka hidup berfoya-foya dan menghamburkan kekayaan. Negara telah hancur secara ekonomis dan politis karena‘a s ha biya h telah sirna dan tidak ada sumber ekonomi yang kuat.



dari kutipan di atas dapat di simpulkan bahwa saat ini negara kesatuan repulik indonesia tercinta ini sedang masuk pada fase ke-5 dan itu terbukti bahwa negara kita sedang mengalami krisis dalam berbagai lini.



kurangnya pemahaman generasi penerus akan nilai2 yg terkandung dalam dasar filosofi negara juga merupakan dampak dari kehilangan arah jalur pemikiran para pemimpinnya ke hal - hal yg sifatnya produktif, yang hanya mampu memikirkan bagaimana mempertebal kantong dan mengisi perut mereka sendiri, sehingga saat ini kita sebagai generasi penerus hanya mampu menggigit jari ketika melihat kehancuran yg terjadi dimana - mana, tanpa bisa memberikan sumbangsih pemikiran.



bersambung..........

marwan galle ardath... :)

Jumat, 06 Mei 2011

Antusias, Hasrat dan Tata Krama

Dua hal ini merupakan ibu yang
melahirkan sukses. Antusias dan hasrat
dapat mendatangkan uang, kekuatan dan
pengaruh. Hal besar tak akan dapat
dicapai tanpa antusias.

Yakin selalu pada apa yang kita
kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan
dengan penuh cinta. Masukan antusias
dalam pribadi , maka ia akan
menciptakan hal yang luar biasa buat.

Tata Krama

Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan
bisa membuat orang lain percaya pada
kita. Tata krama yang baik akan membuat
orang lain merasa nyaman dengan kita.

Tata karma merupakan sumber kesenangan,
memberikan rasa aman, dan ini dilakukan
dengan menunjukan penghormatan pada
oran lain.

Bersikap sopanlah pada setiap orang
yang anda kenal, tidak peduli status
dan kedudukan mereka. Perlakukanlah
setiap orang dengan tata krama.

Nah, bagaimana, tidak sulit bukan? :-)

Nantikan tulisan saya yg lain minggu depan! :-)

Sampai ketemu nanti!

Kamis, 28 April 2011

SEJARAH HPMW Mataram

I. APA ITU HPMW ?

istilah organisasi sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan dan sebagainya. Namun apakah anda tahu definisi dari kata organisasi itu sendiri?

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :

1. Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons)

2. James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)

3. menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki empat unsur dasar, yaitu :



a. Adanya sekelompok orang yang saling bekerjasama

b. Adanya tujuan yang sama

c. Adanya bentuk / struktur

d. Adanya aktivitas

Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. (J Winardi, 2003:9)

HPMW merupaka sekumpulan pelajar dan mahasiswa wera yang mempunyai tujuan yang sama

II. MENGAPA HPMW berdiri

Karena kegelisahan kawan-kawan mahasisa wera yang menganggap keberadaan pelajar dan mahasiswa belum memberikan kontribusi yang berarti untuk meningkatkan kemampuan, keilmuan, keterampilan pada diri mereka dan kawan-kawan mereka serta orang wera pada umumnya serta tatanan kehidupan civitas yang ada di mataram secara social . Beberapa hal yang bisa digambarkan tentang :

1. Social

2. Pengetahuan tentang perilaku

3. Simpati

4. Pencapaian tujuan yang inginkan

5. Kesempatan berkreasi

6. Komunikasi dan informasi



III. KAPAN HPMW berdiri

HPMW berdiri pada tahun 1994-1995

IV. SIAPA yang menjadi anggota

Yang menjadi anggota pada HPMW adalah seluruh pelajara dan mahasiswa Wera yang berdomisili di Kota Mataram tampa terkecuali, tidak perbedaan ras,warna kulit, gender,

V. DIMANA berada

HPMW bertempat di Kota Mataram

VI. BAGAIMANA HPMW

HPMW merupakan organisasi berasaskan Kekeluargaan dan berlandaskan Al-Quran dan Hadist.

v Prinsip organisasi HPMW

Suatu organisasi bisa dikatakan solid jika memiliki sifat sbb :



1. mempunyai tujuan yang jelas

2. tujuan organisasi harus di terima dan di fahami oelh setiap orang di dalam organisasi

3. memiliki kesatuan arah

4. adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab

5. berkesinambungan

6. penempatan orang harus sesuai ahlinya

7. adanya pembagian tugas

v Manfaat HPMW



a. Menumbuhkan rasa kebersamaan

b. Memperkuat tali persaudaraan

c. Menyebarkan rasa tolong menolong

d. Memperkaya informasi

e. Meningkatkan kualitas pribadi

f. Membangkitkan semangat juang

g. Meningkatkan kualitas fikir

h. Mengurangi sifat egoisme

i. Membina kesatuan berfikir untuk menyamakan pemahaman

j. Melatih toleransi

VII. Perkembangan HPMW

HPMW sejak berdiri sampai sekarang telah beberapa kali melakukan pergantian pimpinan, dinamika ini terjadi secara baik dan jujur, tampa dipengaruhi tendensi yang lain selain komitmen yang telah dibina.

Beberapa ketua HPMW

1. Turfin

2. Hasbi

3. Amirullah

4. Nuski

5. Syarifudin

6. Mulyadin SKM

7. Opick Banta

8. April

9. Amirudin

10. Irman Wahyudin

11. M. Sahdan (sago)

Rabu, 05 Januari 2011

Manajemen Kepemimpinan dan Organisasi

kepemimpinanSetiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mencapai tujuan itu manusia harus melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.

Oleh karena manusia secara kodrat terbatas kemampuannya maka untuk mencapai tujuannya, manusia memerlukan bantuan dari manusia lainnya. Untuk itu manusia harus bekerja dalam mencapai tujuannya atau berorganisasi.


Dalam organisasi diperlukan manajemen yaitu sushi untuk mengatur, mengkoordinasikan semua tugas yang dilakukan oleh orang-orang dan mengarahkannya kepada tujuan yang hendak dicapai. Supaya unsur-unsur manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkan, maka manajemen harus ada yang mengatur yaitu seorang pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui intruksi dan persuasi.

KEPEMIMPINAN

1.Definisi kepemimpinan :

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan.

2.Tujuan Kepemimpinan

Tujuan kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan organisasi (tata kerja bidang) yang dinamis, terkendali guna mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.

3. Fungsi Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam suatu organisasi merupakan hal yang paling vital, oleh sebab itu seorang pimpinan harus mengetahui fungsi kepemimpinan. Adapun fungsi kepemimpinan yaitu:

a. mengkoordinasikan para anggotanya.

b. membuat keputusan dan membuat kebijakan.

c. mengadakan hubungan kerja/komunikasi dengan baik dan benar ke dalam maupun ke luar.

d. penghubung antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.

e. sebagai konseptor, penggerak. pengarah, pengatur dan pengawas.

f. pembinaan kerja.

4. Unsur-unsur kepemimpinan

a. Adanya pemimpin

Unsur pertama dari kepemimpinan adalah adanya pemimpin; yakni seseorang yang mendorong dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain. Sehingga tercipta hubungan kerja yang serasi dan menguntungkan untuk melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Adanya pengikut

Adanya pengikut; yakni seseorang atau sekelompok orang yang mendapat dorongan atau pengaruh sehingga bersedia dan dapat melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu

Adanya sifat ataupun perilaku tertentu yang dimiliki oleh pemimpin yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong dan ataupun mempengaruhi seseorang atau se kelompok orang.

4. Adanya situasi dan kondisi tertentu

Adanya situasi dan kondisi tertentu yang memungkinkan terlaksananya kepemimpinan. Situasi dan kondisi yang dimaksud dibedakan atas dua macam: pertama, situasi dan kondisi yang terdapat didalam organisasi; kedua, situasi dan kondisi yang terdapat di luar organisasi yakni lingkungan secara keseluruhan.

5. Syarat-syarat Kepemimpinan

Konsepsi mengenai kepemimpinan itu harus selalu dikaitkan dengan tiga hal penting, yaitu:

a. Kekuasaan

Kekuasaan adalah kekuataan, otoritas, dan legalitas yang memberikan kewenangan kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakan bawahan agar berbuat sesuatu.

b. Kewibawaan

Kewibawaan adalah kelebihan, keunggulan/superioritas, keutamaan, sehingga ia mampu mengatur orang lain; dan orang lain akan patuh pada ke-pemimpin-annya, kemudian bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.

c. Kemampuan

Kemampuan adalah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan, keterampilan teknis maupun sosial, yang dianggap melebihi atau lebih unggul dari kemampuan angota biasa.

6. Gaya Kepemimpinan.

Kepemimpinan dipengaruhi oleh sifat dan prilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Karena sifat dan prilaku seseorang tidak akan persis sama, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Dari berbagai gaya kepimpinan, dapatlah disederhanakan atas empat macam:

1. Gaya Kepemimpinan Diktator

Pada gaya kepemimpinan ini upaya mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutan serta ancaman hukuman, bawahan hanya dianggap sebagai pelaksana dan pekerja saja.

2. Gaya Kepemimpinan Autokratis

Gaya kepemimpinan ini segala keputusan berada di tangan pemimpin. Pendapat atau kritik dari segala keputusan berada ditangan pemimpin.

3. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Pada gaya ini ditemukan peran serta bawahan dalam pengambilan keputusanyang dilakukan secara musyawarah. Hubungan dengan bawahan dibangun dan dipelihara dengan baik.

4. Gaya Kepemimpinan Santai

Pada gaya ini hampir tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Setiap angota organisasi dapat melakukan kegiatan masing-masing sesuai dengan kehendak.

7. Tipe Kepemimpinan

1. Tipe deserter

Sifatnya: bermoral rendah, tidak memiliki rasaketerlibatan, tanpa pengabdian, tanpa loyalitas,dan ketaatan, sukar diramalkan.

2. Tipe birokrat

Sifatnya:korektif, patuh pada peraturan dan norma-norma, manusia organisasi, tepat, akurat/ cermat, keras, berdisiplan.

3. Tipe missionary

Sifatnya: terbuka penolong, lembut hati, ramah-tamah, alim, religius.

4. Tipe developer

Sifatnya; kreatif, dinamis, inovatif, memberikan/melimpahkan wewenang dengan baik, menaruh kepercayaan pada bawahan.

5. Tipe otokrat

Sifatnya: keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong, bandel.

6. Benevolent autocrat

Sifatnya: lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri.

7. Tipe compromiser

Sifatnya: plintat-plintut, selalu mengikuti angin, tanpa pendirian, tidak mempunyasi keputusan, berpandangan pendek, tak punya kepribadian kuat.

8. Tipe eksekutif

Sifatnya: bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.

MANAJEMEN

1. Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari kata “to manage” yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen. Jadi manajemen merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Berikut beberapa pengertian menurut pakar:

a. Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya mnusia dan sumberdayalainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.(Drs. H. Malayu SP Hasibuan)

b. Manajemen adalah usaha mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.Dengan demikian manager mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengendalian.( Harold Koontz & Cyril O’Donnel)

2. Tujuan Manajemen

Tujuan manajemen adalah terciptanya pengelolaan semua program-program secara baik dan

teratur berdasarkan urutan-urutan kebutuhan dan waktu pelaksanaan.

3. Fungsi Manajemen

Untuk mengelola semua program-program kegiatan yang kemudian teraplikasi kedalam planning, organizing, actuating dan controling.

a. Planing

Menetapkan apa yang harus dilaksanakan oleh anggota-anggota untuk menyelesaikan pekerjaan, dalam fase pertama ini perlu juga ditetapkan oleh manajer bila dan bagaimana pekerjaan harus diselesaikan.

b. Organizing

Mendistribusikan atau mengalokasikan tugas-tugas kepada para anggota kelompok, mendelegasikan wewenang dan menetapkan hubungan kerja antar anggota kelompok.

c. Actuating

Setelah kegiatan planning dan organizing manajer perlu dapat menggerakan kelompok secara efesien dan efektif kearah pencapaian tujuan. Dalam menggerakan kelompok ini manajer menggunakan pelbagai sarana misalnya komunikasi, kepemimpinan, perundingan-perundingan, pemberian intruksi dan lain-lain. Kegiatan manajer yang menyebabkan organisasi bergerak atau berjalan lazim disebut penggerakan (actuating).

d. Controling

Pada organisasi bergerak atau berjalan manajer harus selalu mengadakan pengawasan atau pengendalian agar gerakan atau jalannya organisasi benar-benar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan baik mengenai arahnya atau caranya. Dengan rangkaian kegiatan di atas, seorang manajer diharapkan dapat membawa organisasi yang dipimpinnya kearah pencapain tujuan.

4. Unsur-unsur Manajemen

a. Input

Yang dimaksud dengan input/masukan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan manajemen.

b. Proses

Yang dimaksud dengam proses dalam manajemen adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan..

c. Output

Yang dimaksud dengan keluaran adalah hasil dari suatu pekerjaan manajemen.

d. Target

Yang dimaksud dengan sasaran/target adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan ditujukan.

e. dampak

Yang dimaksud dengan dampak adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran.

5. Asas-Asas Manajemen

Asas merupakan suatu pernyatan fundamental atau kebenaran umum yang dapat dijadikan pedoman pemikiran dan tindakan. Asas-asas muncul dari hasil penelitian dan pengalaman. Asas ini sifatnya permanen umum dan setiap ilmu pengetahuan memiliki asas yang mencerminkan intisari kebenaran-kebenaran dasar dalam ilmu tersebut

6. Sistem-Sistem Manajemen

a. Manajemen Bapak ( paternalistic management)

Diartikan bahwa setiap usaha dan aktivitas organisasi para pengikut / bawahan selalu mengikuti jejak bapak. Apa yang dikatakan atau diperintahkan bapak itulah yang benar. Dalam hal ini tidak ada alternative lain kecuali mengikuti bapak.

b. Manajemen Tertutup (Closed Management)

Manajer tidak memberitahukan/menginformasikan keadaan perusahaan pada para bawahannya walaupun dalam batas-batas tertentu saja. Keputusan-keputusan diambilnya tanpa melibatkan partisipasi para bawahannya dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

c. Manajemen Terbuka (Opened Managenet)

Diterapkan dengan cara sebagai berikut :

- Manajer (atasan) banyak menginformasikan keadaan (rahasia) organisasi kepada anggotanya,Sehingga anggota nya dalam batasa-batasan tertentu mengetahui keadaan organisasi.

- Seorang manajer sebelum mengambil keputusan, terlebih dahulu memberi kesempatan kepada para anggotanya untuk mengemukakan saran-saran dan pendapat-pendapatnya. Tegasnya, manajer mengajak para anggotanya untuk berpartisipasi dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Keputusan terakhir berada ditangan manajer.

d. Manajemen Demokrasi

Pelaksanaan manjemen demokrasi hampir sama dengan manajemen terbuka, khususnya dalam proses pengambilan keputusan, dimana para anggota diajak dan ikut sertakan berpartisipasi memberikn saran-saran,pemikiran-pemikiran dan cara-cara pemecahan terhadap masalah-maslah yang dihadapi.

Manajer/pemimpin selalu terbuka untuk dikritik, menerima saran dan pendapat dari para anggotanya, selalu bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi.

ORGANISASI

1. Pengertian Organisasi

Organisasi dapat diartikan sebagai “ Kerja sama orang-orang atau sekelompok orang dengan menggunakan dana, alat-alat dan teknologi, serta mau terikat dengan peraturan-peraturan dan lingkungan tertentu supaya dapat mengarah pada pencapaian tujuan yang diinginkan”.

2. Tujuan Organisasi

Tujuan organisasi secara universal adalah tercapainya semua program-program kerja yang telah ditetapkan bersama.

3. Fungsi Organisasi

Fungsi organisasi adalah sebagai wadah atau media untuk menyusun program kerja, menyusun taktik, sebagai perkaderan, sebagai sosial-kemasyarakatan, sebagai pembinaan, penggalangan masa.

4. Bentuk-Bentuk Organisasi

a. Organisasi Lini

Bentuk organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pemimpin sangat dominan, dimana semua kekuasaan di tangan pemimpin.

b. Organisasi Staf

Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksanaan. Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan, namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan.

c. Organisasi Lini dan Staf

Organisasi ini merupakan gabungan kedua jenis organisasi yaitu lini dan staf. Dalam organisasi ini staf bukan sekadar pelaksana tugas tetapi juga diberikan wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian juga pimpinan tidak sekedar memberi perintah atau nasihat, tetapi juga bertanggung jawab atas perintah atau nasihat tersebut.

5. Struktur Organisasi

a. Struktur Sederhana

Bentuk ini dipakai untuk organisasi-organisasi yang baru berdiri, organisasi-organisasi tersebut dikelola oleh ketua, sekretaris, dan bendahara.

b. Membagi Struktur Fungsional

Bentuk ini membagi tanggung jawab atas dasar bidang-bidang kebutuhan, stuktur fungsional memungkinkan organisasi mendapatkan keuntungan dari keahlian masing-masing bidang yang tercipta dari profesionalisme diantara ketua bidang

c. Struktur Desentralisasi

Pada saat organisasi berkembang, baik anggota ataupun lembaga-lembaga yang ada bertambah, maka organisasi dapat berkembang sesuai dengan lembaga yang dikelolanya, tetapi masih dalam satu wadah.

d. Struktur Matrik

Bentuk ini adalah bentuk yang paling rumit dan yang paling kompleks disbanding dengan bentuk lainnya. Kerumitan dari struktur matrik tersebut berasal dari ketergantungan secara vertical dan horizontal aliran dari wewenang dan komunikasi

PENUTUP

Seorang pemimpin merupakan elemen yang sangat vital dalam menentukan maju mundurnya sebuah organisasi, sebab sebesar apapun sebuah organisasi kalau tidak dipimpin oleh seorang pemimpin yang mempunyai otoritas, legalitas dan kredibilitas yang bagus akan mengalami perkembangan yang mandul (statis).

Adapun hal lainnya yang sangat mendukung perkembangan sebuah organisasi adalah manajemen, yakni bagaimana seorang pemimpin dapat memahami dan mempengaruhi anggotanya untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan dan semua unsur-unsur dalam sebuah organisasi

Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa kepemimpinan merupakan inti dari manajemen. Melalui manajemen semua kegiatan dikoordinir dan diarahkan menuju kepada tujuan yang telah ditetapkan dalam organisasi. Oleh karena itu, manajemen ada pada setiap tingkat organisasi

Senin, 20 Desember 2010

PENTINGNYA VISI & KOMITMEN DALAM HIDUP

Teman – temanku, masyarakat kita sekarang sedang mengidap penyakit kronis yang sangat berbahaya.Penyakit itu adalah tidak memiliki visi dan tidak memiliki komitmen dalam hidup.
Tidak adanya visi dan tujuan dalam hidup, menjadikannya pendek pikiran.Karena pendek pikiran, ia lebih tertarik melakukan hal-hal yang instan sifatnya, yang memberikan kenikmatan sesaat, tanpa memikirkan akibat yang akan ditimbulkannya.
Tidak adanya visi menjadikan seseorang tidak komitmen menjalankan nilai-nilai kebenaran.Ia akan terombang-ambing dalam ketidakpastian.Ia tidak memiliki semangat juang untuk sukses dan istikomah dalam beramal.Dua penyakit ini tidak memiliki visi yang jelas dan tidak memiliki kedisiplinan.Dan tidak disiplin menjadi modal awal untuk meraih kegagalan.
Tidak adanya visi dan komitmen akan menyababkan seseorang sibuk beraktivitas.Namun semua yang dilakukannya tidak efektif, dan tidak bernilai tambah, dan hanya membuang-buang waktu.Sebab ia hanya mengerjakan hal-hal yang kurang penting.Mungkin pula aktivitas yang ia lakukan sangat menyenangkan, namun akibat yang ditimbulkannya demikian panjang dan berat.Tidak sebanding antara yang ia dapatkan dengan yang ia korbankan.Karena segalanya dilakukan tanpa arah yang jelas dan perhitungan yang matang.


Demikian pula dengan seorang remaja yang akan tergelincir melakukan maksiat.Karena ia tidak memiliki visi yang jelas dalam hidupnya.Bagaimana membangun keluarga sakinah? Apa akibat yang akan ditimbulkan dari perbuatan tersebut? Semuanya gelap.Ia hanya memikirkan kesenangan untuk waktu itu saja.Ia muslim, namun ia tidak memiliki komitmen dengan nilai-nilai keislamannya.
Seorang pegawai yang tidak memiliki visi dalam hidup dan komitmen terhadap nilai-nilai, maka ia akan bekerja seenak perut, tidak berfikir untuk mengembangkan diri dan bekerja secara profesional.Ia hanya menuntut hak tanpa peduli kewajiban.Tidak heran bila dalam sekejap/singkat, ia akan tergusur oleh perubahan.
Seoarang pejabat yang tidak memiliki visi dalam hidup, komitmennya manjaga amanah rakyat sangat diragukan.Ia akan dengan mudah tergelincir dan meyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri, tanpa peduli akibat yang akan ditimbulkan.
Seorang pedagang yang tidak memiliki visi dan komitmen dalam hidup, akan mudah menipu pembeli.Ia akan manukar kebahagiaan dan keberkahan dengan keuntungan yang banyak.
Karena itu, siapa yang memiliki visi atau tujuan yang jelas dalam hidupnya, lalu berjuang keras menjaga komitmen hidupnya, maka ia akan menjadi manusia disiplin.Dan dengan kesiplinan, gerbang kesuksesan akan segera kita jelang..Wassalam
NURHIDAYATI ARIFAH
AyayaqAdamPapuHajiOcong

Minggu, 12 Desember 2010

Metodologi Sejarah

Narativisme VS Strukturalisme

Ilmu Sejarah adalah ilmu yang menggairahkan, karena ia mengajak manusia untuk memikirkan kembali keberadaannya, sambil bertamasya ke masa silam. Dengan belajar sejarah, kita akan meneruskan peradaban yang sudah ada, tidak memulai kehidupan dari titik nol. Tentu saja, bagi para sejarawan, gairah sejarah tidak hanya terletak sebatas ini. Sejarawan –sebagai orang yang “memproduksi” sejarah-, justru menjadi gairah ketika ia melakukan pencarian terhadap sebuah kebenaran peristiwa sejarah. Mendekati kebenaran bagi sejarawan, adalah sebuah keniscayaan -walaupun hal itu adalah sesuatu yang absurd. Hal ini disebabkan karena “kebenaran” yang ditulis sejarawan berhubungan dengan kenyataan sosial masyarakat. Dengan kata lain, sejarawan bertanggung jawab terhadap seluruh ingatan kolektif yang ada di masyarakat.

Sebagai langkah atau upaya mendekati kebenaran, terdapat proses dialog yang berlangsung antar sejarawan. Masing-masing sejarawan, memiliki cara atau pendekatan tersendiri, dalam menafsirkan kebenaran. Tentunya, hal ini bersandar pada argumentasi yang dapat dipertanggung-jawabkan.
Narativisme.

Berdasarkan istilah kebahasaan, narativisme berasal dari bahasa latin, narratio yang berarti cerita. Secara umum, jika mendengar kosa-kata ini, yang tergambar adalah kisah yang berlangsung antar penggalan episode satu ke episode lain, dengan eksplorasi alur kronologis yang tak boleh terputuskan. Hubungan antar episode, harus melahirkan seorang tokoh sentral atau tokoh besar. Karena sebuah cerita tak akan menarik, jika semua tokoh yang ada disama-ratakan. Tokoh harus dibuat secara bertingkat, terbatasi sekat-sekat status sosial, tingkat mitologi religiusitas dan sebagainya. Bahkan, Carlyle mengatakan “sejarah dunia ini adalah biografi orang besar.”

Secara umum, definisi narativisme dalam ilmu sejarah tidak jauh berbeda dari pengertian diatas. Namun demikian, berbeda dengan kisah biasa, narativisme dalam penceritaannya juga melalui tahap metode sejarah. Ranke mengatakan bahwa tugas sejarawan adalah menceritakan kebenaran suatu peristiwa apa adanya, dan kebenaran sejarah ada pada dokumen (istilahnya mengenai obyektifitas: “Wie es eigentlich gewesen”). Dengan demikian, sejarawan bertugas untuk menguraikan fakta dalam dokumen secara kronologis sebagai sebuah kesatuan cerita. Ankersmith mengatakan bahwa kisah yang baik mengenai suatu peristiwa adalah kisah yang banyak mengandung detail fakta-fakta. Kendati demikian, narativisme bukan hanya menafsirkan masa silam dan menyusun laporan secara kronologis. Narativisme juga ingin melukiskan sifat-sifat khas bagi suatu kurun tertentu (Ankersmith: 1987).
Dalam narativisme, Aktor memiliki kedudukan penting, karena sejarah berbicara mengenai tokoh, dan tokoh itu harus memiliki kategori yang menentukan perubahan. Sejarah tercipta, karena adanya individu/tokoh yang melakukan sesuatu, karena aktorlah perubahan tercipta. Narativisme akan mencontohkan, bahwa sukar untuk mendefinisikan terjadinya Perang Dunia II, seandainya Hittler tidak dilahirkan ke dunia. Jadi individualisme Hitler, adalah penting untuk menggambarkan terjadinya perang yang menghancurkan kemanusiaan tersebut.

Dengan demikian, kelebihan dari narativisme ialah detail-detail dalam cerita, dan juga mampu menunjukkan jalannya suatu peristiwa sebagai sebuah cerita yang berkaitan. Sebagai karya sastra, tulisan narativisme menjadi suatu kisah yang enak di baca. Apalagi didalamnya ada tokoh sentral dan pembantu, serta figuran. Narativisme juga menarik untuk membangkitkan daya imajinasi.
Kelemahan Narativisme

Narativisme memiliki kelemahan sebagai berikut:
1. Narativisme dianggap selalu berbicara mengenai orang besar, padahal sejarah juga mencakup hal-hal yang kecil. Individu dilihat sebagai makhluk yang kreatif dan mampu melakukan perubahan dengan sendirinya, padahal individu bukanlah sesuatu yang given. Individu muncul sebagai proses adaptasi terhadap ekologinya. Hitler, muncul dengan fasisnya harus dijelaskan dari sisi lain, bahwa saat itu Jerman dalam posisi terhinakan karena PD I. Dan untuk itu Hitler memerlukan kepercayaan diri bagi bangsanya, jalannya yaitu dengan praktek rasial.
2. Narativisme hanya menjelaskan sejarah atas dasar fakta yang ada pada dokumen. Padahal banyak kebenaran yang luput dituliskan, dan hal ini penting untuk menjelaskan suatu peristiwa. Dokumen juga memiliki banyak kelemahan, ketika ditulis, hal-hal yang ada dalam dokumen sudah melalui tahap seleksi. Karenanya, ia harus dipahami sebagai suatu karya yang disusun berdasarkan selera dan kepentingan penulisnya. Kemudian kelemahan lain dokumen, yaitu karena ia diproduksi oleh suatu institusi. Terdapat kecenderungan, bahwa institusi hanya akan menceritakan sesuatu yang baik bagi dirinya.
3. Narativisme menekankan pemahaman literal, artinya hanya menggunakan data dokumen sebagaimana adanya. Narativisme menekankan hubungan sebab-akibat, tanpa melihat alternatif pilihan yang lain. Tidak mencari “sesuatu” yang berada dibawah permukaan. Ketika bercerita mengenai perlawanan Pitung, narativisme hanya melihat apa dan bagaimana jalannya perlawanan. Tanpa mau melihat bahwa Perlawanan Pitung, muncul dari sisi mentalitas kaum betawi-santri, klas sosial dan faktor-faktor lainnya.

Strukturalisme
Istilah strukturalisme identik dengan Levi Strauss dan Annalles School. Tradisi ini muncul sebagai kritik terhadap pendekatan narativisme yang dianggap terlalu memanjakan aktor. Mazhab struktural menekankan bahwa seorang tokoh besar tidak lahir dan berkembang dalam ruang hampa, melainkan ia hadir dalam konteks struktur sosial tertentu. Mazhab struktural memaparkan bahwa struktur sosial dapat terbentuk karena pengaruh geografis. Singkatnya, seorang tokoh yang berperan dalam suatu peristiwa sejarah dipengaruhi secara dominan oleh determinan fisik. Contoh: seorang tokoh yang egaliter pada umumnya lahir di bentang alam pesisir dan seorang tokoh yang hierarkis pada umumnya lahir di bentang alam pedalaman atau pegunungan yang terisolasi.

Dalam strukturalisme yang ditekankan justru adalah struktur bukan manusia. Struktur membutuhkan elemen (individual/manusia), tetapi itu hanya sebagai bagian dari hukum atau aturan yang berlaku. Bagaimanapun, setiap tindakan individu pada hakekatnya dilandasi norma-norma yang berlaku pada masyarakatnya. Manusia tidak bisa menjadi individu, kecuali dalam lingkungan sosialnya.(Leirissa: 2002). Jadi sadar atau tidak, apa yang dilakukan manusia tidak bisa lepas dari struktur. Karenanya penjelasan teoritik dan analitik terhadap apa yang dilakukan harus diurai dalam konteks struktur. Untuk itulah seorang sejarawan hendaknya tidak hanya memahami fakta-fakta suatu peristiwa, melainkan juga harus memahami ilmu-ilmu bantu/teori-teori sosial untuk membedah sebuah struktur peristiwa.
Klaim kerja strukturalisme, mengatakan bahwa realitas harus dimaknai sebagai misteri yang harus dicari, karena ia hanyalah fenomena/tampakan. Dengan demikian sebuah realitas adalah suatu yang harus dilihat secara abstrak, dan dijelaskan sebagai sebuah fenomena. Levi Strauss, berpendapat bahwa struktur adalah konsep cara berfikir manusia yang elementer, dan karenanya bersifat universal. Untuk itu yang penting ialah bagaimana kita memahami cara berfikir simbolik pada manusia.

Menurut Lloyd (1987), strukturalisme diperkenalkan dalam berbagai bidang pengetahuan oleh beberapa tokoh ternama, seperti: Ferdinand Saussure dalam bidang linguistik, Emile Durkheim dalam sosiologi, Karl Marx pada bidang ekonomi-politik dan sejarah serta Sigmund Freud dalam bidang psikologi.

Dalam bidang psikologi atau juga mentalite, strukturalisme mendapat tempat pada pemikiran Annales School, yaitu Lucien Febvre, March Bloch, yang berlanjut pada Fernand Braudel. Bagi mereka pekerjaan sejarawan adalah meneliti lingkungan sosial yang menjadi bekal mentalnya, bukan pada hubungan antar individu an sich. Buku karangan Febvre mengenai religiusitas seorang pengarang perancis abad ke-16, Rebelias, adalah contoh yang menarik. Dalam buku ini, Febvre menunjukkan bagaimana alam pikiran manusia pada abad-16 demikian diresapi keyakinan religius, sehingga suatu atheisme konsekuen mustahil ada dalam iklim ini.Kaum Marxis, juga terpengaruh strukturalisme. Althusser, misalnya mengatakan bahwa individu hanyalah sub-ordinat dari system dan bekerja menurut system yang berlaku. Dengan demikian untuk melihat dominasi, kita tidak hanya harus melihat kepada setiap struktur yang berlaku formal. Justru struktur yang sebenarnya “bermain” pada setiap ruang, seperti ekonomi, politik, budaya, kepercayaan dan sebagainya. Jadi, struktur tidak harus dilihat sebagai suatu yang hegemonic, atau terlihat sebagai suatu kekuatan yang besar, seperti suatu kekuatan birokrasi politik.
Dengan demikian, kelebihan strukturalisme terletak dari cara pendekatan ini mengungkapkan sesuatu yang tak-terlihat, yaitu pada analisa prosesualnya. Strukturalisme juga jeli, dalam melihat lingkungan sebagai hal yang penting melahirkan suatu perubahan. Hasilnya, seorang sejarawan artinya juga harus menjadi atau setidaknya memahami teori-teori sosial.

Kelemahan Strukturalisme
Strukturalisme memiliki kelemahan sebagai berikut:
1. Struktur sosial yang sesungguhnya tidak sanggup membangun hubungan kausal yang sebenarnya sangat dominan dalam ilmu sejarah, tetapi hanya hubungan “quasi-causal”. Struktur sosial hanya ada bila “dibuat” oleh individu atau kelompok sosial. Dengan demikian struktur sosial sesungguhnya tidak bisa menjadi kausa dari tindakan individu atau kelompok sosial. Padahal menentukan kausalitas adalah tugas utama dari ilmu sejarah.
2. Sejarah structural tidak bersifat prosesual. Dalam hal ini yang dipelajari lebih menekankan struktur sosial yang amat panjang jangkauannya, bukan perubahan dari satu struktur sosial ke struktur sosial lainnya. Dengan demikian, kerja strukturalisme menjadi sesuatu yang spekulatif dan metafisik. Celakanya lagi, apabila kecenderungan ini terlalu dipaksakan, akan mengakibatkan pembunuhan terhadap fakta-fakta suatu peristiwa.
3. Strukturalisme melihat manusia sebagai obyek pasif, yang tidak berbuat apa-apa atau memiliki kreatifitas untuk berubah. Strukturalisme hanya beranggapan bahwa struktur adalah sesuatu yang baku. Padahal realitasnya banyak perubahan yang muncul justru karena manusia bersikap kreatif, yaitu ingin merombak struktur. Ketika sebuah struktur dianggap tidak lagi menguntungkan, maka muncul keinginan individu secara kolektif untuk merubah struktur, sehingga terjadilah perubahan. Dan strukturalisme tidak mampu menjawab penjelasan ini.


Referensi
Ankersmith, Refleksi Tentang Sejarah: Pendapat-pendapat Modern tentang Filsafat Sejarah, Jakarta: PT Gramedia, 1987.
Leirissa, R.Z. Metodelogi Sejarah, diktat kuliah (tidak diterbitkan).
Lloyd, Christopher. Explanation in Social History. London: Blackwell, 1987.
________________. The Struktures of History, London: Blackwell, 1993.


oleh RizQi D Fadzrina pada 11 Desember 2009 jam 15:48

"sekedar renungan"

kita harus mengenang org yg paling berjasa dalam hidup ini
yg kian hari kian kerut di wajahnya kian banyak dan kian hari kian tua
sembilan bulan kita menhisap darahnya di dalam perut mual,makan sulit,muntah setiap waktu
tetapi tetap tersenyum karena bahagia di perutnya telah hadir diri kita
sembilan bulan berdiri sulit berjalan berat berbaring sakit
tapi tetap tersenyum dan membelai karena menyangka akan lahir anak yg shaleh dan memuliakannya.
ayah kita banting tulang peras keringat mencari nafkah agar kita menjadi janin yg sehat.
saat kita terlahir kedunia ibu mengerang sakit tiada terperi,berjuang antara hidup dan mati.
jika kita terlahir bersimbah darah,berderai air mata,berkuah keringat ,sakit tiada tara.
tapi ibu tetap tersenyum di bawah lelehan air mata bahagia menatap kita
dihitungnya satu persatu jari kita didekap dan dikecupnya mungkin ibu menyangka bahwa kita anak yg tau balas budi sementara bapak kita berhutang kiri kanan agar kita bisa selamat.
waktu kita bayi kitalah yg mengencingi wajah dan mengotori tubuhnya
siang malam menunggui kita apalagi ketika kita sakit hampir tak tidur semalaman
tak rela seekor nyamukpun menggigit diri kita.mungkin ibu menyangka bahwa kita akan menjadi anak yg bisa membahagiakannya
semakin besar kita semakin merepotkan
waktu akan bersekolah ibu bapak pontang panting mencari hutang agar kita punya sepatu ,buku tas dan seragan seperti yg org lain,walaupun mereka harus mengurangi makan ataw menjual pakaiannya.agar kita tetap bersekolah,benar2 menguras tenaga ,harta dan pikirannya dan mungkin orang tua kita jadi berlumur dosa karena ingin kita tetap bersekolah.
semakin besar mata kita semakin melotot daripada menatap kasih sayang
semakin besar kata2 kita lebih banyak mengiris hati daripada memuliakannya
pintu kita banting ,terkadang kita menganggap org tua kita sekedar pembantu terkadang kita menghinanya ..apa yg kita lalukan pada keduanya ...air susu dibalas dgn air tuba,betapa jarangnya kita menyapa org tua kita dgn lembut dan kasih sayang...betapa jarangnya air mata ini meleleh mendo'akan keduanya.
padahal siapa tau tdk lama lagi keduanya akan pulang kepada ALLAH...
andaikata tubuhnya sudah terbujur kaku ajal sudah tiba,kita tdk lg mendengar suaranya
andaikata kedua org tua kita sudah dibungkus kain kafan,kita tdk akan lg bisa melihat wajahnya dan tidak lagi bisa mencium tangannya
andaikata ibu bapak kita sudah ada diliang lahat,hanya tinggalannya yg bisa kita sentuh,kamarnya sudah kosong hanya tinggal pakaiannya....sampai kapankah kita akan menyakiti org tua kita!!
tega kah kita melihat ibu bapak kita disiksa di alam kubur,menolong nolong menanti do'a anaknya padahal anaknya durhaka tidak pernah sampai do'a.
tega kah kita melihat orang tua kita terbenam di dalam api jahanam ,terurai ususnya meletus kepalanya padahal anaknya di berikan kemampuan untuk menjadi jalan keselamatan klau kita shaleh.
YA ALLAH...wahai yg maha mendengar ampuni kedurhakaan kami kepada ibu bapak kami.
YA ALLAH...ampuni jikalau selama ini kami jarang membahagiakannya
YA ALLAH ...ampuni jikalau kata2 kami sering melukai hatinya
YA ALLAH...ampuni jikalau kami sering mendzalimi dan menyengsarakannya
selamatkan org tua kami YA ALLAH dan ampuni dosa2nya,muliakan sisa umurnya dan jadikan akhir hayatnya husnul khatimah....amiiin....!!!

Loving "FATHER"

Suatu ktka, sorg ank wnta brtnya kpd ayahnya, tatkala tanpa sngja dia mlht ayahnya sdg mngusap wjhnya yg mulai brkerut dan badannya yg bungkuk di srtai suara batuk2.

Ank wanita itu brtanya pd ayahnya, "Ayah, mngapa wjh ayah kian berkerut dan bdn ayah kian bungkuk?
ayahnya mnjawab: "sebab aku laiki2 nak." itulah jwbn ayahnya. anak wanita itupun bergumam: "aku tak mngerti ayah". Jwbn ayanya itu mmbuatnya tercenung dan penasaran, ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelai dan di tepuknya bahu ank wanita itu kmudian berkata: "anakku, kau memang blm mngerti tentang laki2." Bisikan ayahnya itu membuatnya bertambah bingung, karna penasaran, diapun menghampiri Ibunya lalu bertanya: "Ibu, mengapa wjh ayah mnjadi berkerut dan badannya bungkuk?" Ibunyapun menjawab: "Anakku, seorg laki2 yg bertanggung jwb trhdp keluarganya memang akan mengalami hal demikian." hanya itu jwbn sang bunda, tetapi anak wanita itu msh penasaran dan blm puas dgn jwbn trsbt. Hingga pd suatu mlmdia bermimpi.

Dlm mimpinya itu, dia mndngr suara yg sngt lembut namun jls skli kata2 yg terdngr, dan kata2 itu adalah rangkaian klmt dari jwbn ats rasa penasarannya slma ini.
" Saat Ku-ciptakan laki2, Aku membuatnya sbg pemimpin dlm keluarga srta sbgai tiang penyanggadari bangunan keluarga, Dia akn senantiasa akn menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa nyaman, teduh dan terlindungi."
" Ku-ciptakan bahunya yg kekar dan berotot untk membanting tulang menghidupi slrh keluarganya"
" Ku-beri kemauan kpdanya agr sllu berusaha mencari nafkah yg berasal dari tetesan keringatnya sendiri yg halal dan bersih, agar keluarganya tdk terlantar, walaupun mungkin dia mendapat cerca'an dari ank2nya yg tdk puas ats hasil jeri payahnya itu."

" Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yg akn membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup dan kedinginan karna tersiram hujan srta terterpa hembusan angin. Dia rela tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya . Yang sllu dia ingat adalah di saat semua orng menanti kedatanganya dan mengharap hasil jerih payah darinya."

" Ku-berikan kesabaran, ketekunan dan keuletan yg akn membuat dirinya sllu berusahamerawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hdpnya dia di terpa keletihan dan kesakitan."
"Ku-beri perasaan keras dan gigih untk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya dlm kondisi dan situasi apapunjg.pdhl ksh syngnya itu pula yg memberikan perlindungan rasa aman pd saat ank2nya tertidur lelap, sentuhan perasaannya itulah yg memberikan kenyamanan bila saat sdng menepuk2 bahu anaknya agr sllu slng menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

" Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan pdnya utk memberikan pengetahuan dan menyadarkan bahwa istri yg baik adalah istri yg setia terhadap suaminya. Istri yg baik adalah yg sllu menemani dan bersama2 menghadapi perjalanan hdp baik suka maupun duka, walaupun sering kali kebijaksanaanya itu akn menguji setiap kesetiaan yg di berikan kpda istrinya, agr ttp berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."
" Ku-berikan kerutan di wajahnya, utk menjadi bukti bahwa laki2 itu senantiasa berusaha sekuat daya pikir dan tenaganya utk mencari dan menemukan cara agr keluarganya bs hdp bahagia. Badannya yg bungkuk adalah bukti bahwa sbg laki2 yg bertanggung jawab trhdp slrh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya, demi kelangsungan hdp keluarganya."

" Ku-berikan kpda laki2 tanggung jwb penuh sbg pemimpin keluarga, sbg tiang penyangga, agr dpt di pergunakan dgn sebaik2nya dan hanya inilah kelebihan yg di miliki laki2.."

Terbangunlah anak wanita itu, dan segera berlari, berlutut serta berdo'a. Setelah itu diahampiri ayahnya yg sdng berdo'a pula.
ketika ayahnya berdiri, anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan ayahnya.

" AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBAN MU AYAH..."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, sgala cipta'an Tuhan yang begitu Agung, tetapitak satupunyang dapat menandingi keindahan tanganmu Ayah. . .

=> All Father...
" jika temen2 mencintai ayah dan skrng merasa sbg seorng ayah, krm kan cerita ini kpda orng lain, agr sluruh orng di dunia ini dpt mencintai dan menyayangi ayahnya..

=" I dedicate this story for my beloved father H.ASWAD MAHMUD, for my young brother SYAIFUL ANHAR MUBAROQ, MISKUL JANNATUL MA'Wa & MAJDIN NUR RAHMAT"=
Me and my Father, love U dad...

Jumat, 15 Oktober 2010

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

'''Kerajaan Islam di Indonesia''' diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16 Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Jazirah Arab| Arab, India,Persia, Tiongkok, dll. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu di Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi.



Kerajaan Islam di Sumatera



Periode tahun tepatnya kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera masih simpang siur dan memerlukan rujukan lebih lanjut.



Kesultanan Perlak (abad ke-9 - abad ke-13)

Kesultanan Samudera Pasai (abad ke-13 -abad ke-16

Kesultanan Malaka (abad ke-14 - abad ke-17)

Kesultanan Aceh (abad ke-16 - 1903)

Kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam (abad ke-16- akhir abad ke-18)

Kerajaan Melayu Jambi

Kesultanan Johor-Riau



== Kerajaan Islam di Jawa ==



Kesultanan Demak (1500 - 1550)

Kesultanan Banten (1524 -1813)

Kesultanan Pajang (1568 - 1618)

Kesultanan Mataram (1586 - 1755)

Kesultanan Cirebon (sekitar abad ke-16)



== Kerajaan Islam di Maluku ==

Kesultanan Ternate (1257 - ..... )

Kesultanan Tidore (1110 - 1947?)

Kesultanan Jailolo

Kesultanan Bacan

Kerajaan Tanah Hitu (1470-1682)



== Kerajaan Islam di Sulawesi ==



Kesultanan Gowa (awal abad ke-16 - 1667?)

Kesultanan Buton (1332 - 1911)

Kesultanan Bone (abad 17)



== Kerajaan Islam di Kalimantan ==



Kesultanan Pasir (1516)

Kesultanan Banjar (1526-1905)

Kesultanan Kotawaringin

Kerajaan Pagatan (1750)

Kesultanan Sambas (1675)

Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura

Kesultanan Berau (1400)

Kesultanan Sambaliung (1810)

Kesultanan Gunung Tabur (1820)

Kesultanan Pontianak (1771)

Kerajaan Tidung

Kesultanan Bulungan(1731)



== Rujukan ==



Yusuf, Mundzirin (editor); ''Sejarah Peradaban Islam di Indonesia''; Yogyakarta: Penerbit PUSTAKA, 2006.



{{indo-sejarah-stub}}{{Topik Indonesia}}



Kategori:Sejarah Nusantara| 03Kategori:Sejarah Islam di Indonesia

Rabu, 18 Agustus 2010

JILBAB VS HELM DI Dunia Mahasiswa

Bebicara tentang jilbab tidak lagi menjadi sebuah pembicaraan yang hangat, karena ketika kita membuka wacana tentang jilbab atau yang berbau islami adalah sama dengan ingin meracuni kaum ‘hawa’ (apatis) zaman sekarang, bagi kaum intelek, jilbab adalah sesuatu yang sangat agung, dan sebaliknya bagi kaum yang primitif intelektual yang konservatis, jilbab tidak lain hanyalah sebagai pelindung kepala dari teriknya matahari, dan yang lebih parah lagi memakai jilbab hanya karena takut pada sebuah aturan dunia yang di buat oleh manusia sendiri, ini bukan sebuah perumpamaan, dan bukan cerita dalam sebuah sinetron, tapi inilah realitas kehidupan yang terjadi di dunia mahasiswa dewasa ini.
Di indonesia sebenarnya merupakan ladangnya kampus yang mengatasnamakan kampusnya pengikut Muhammad SAW. Namun yang terjadi kampus – kampus yang mengaku dirinya sebagai kampus yang melanjutkan perjuangan sang pahlawan revolusioner islam atau kampus yang selalu menegakkan syariat islam, itu tidak mampu merealisasikan apa yang menjadi tujuanya, para pemimpinnya seakan di sibukkan dengan urusan duniawinya, sehingga tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya.
Di NTB pun dapat di hitung dengan jari yang memakai jilbab dengan baik dan benar, dan yang lainnya memakai jilbab hanya karena takut di tilang oleh peraturan rektor atau pimpinan institusi dimana tempat mereka menyandang status sebagai mahasiswa, yang mengaharuskan mahasiswanya memakai jilbab, sekarang kita turun ke jalan dan mari kita perhatikan sejenak kendaraan yang berlalu – lalang di jalanan, sangat banyak yang sekedar mengenakkan helm bukan karena niatnya untuk menyelamatkan dirinya atau taat kepada peraturan lalu lintas yang sesungguhnya, dan kita kembali melihat ada apa sebenarnya dengan jilbab? ternyata tidak jauh beda dengan mengenakan helm ketika mengendarai sepeda motor di jalan raya, pengendara sepeda motor memakai helm karena takut di tilang oleh pak polantas, bukan karena mengantisipasi ketika kecelakaan, bahwa helm itu penting untuk melindungi kepalanya.
Pertanyaan yang timbul kemudian, dimanakah bentuk tanggung jawab kita terhadap diri sendiri?, dimanakah bentuk tanggung jawab kita terhadap agama kita dinnul islam adalah agama yang mulia?. Seperti inikah yang harus kita lakukan? Tidak adakah sedikit kesadaran yang timbul dalam benak hati kita untuk merubah pola pikir kita yang konservatis dan munafik itu?
Nah jawabanyan kita tanyakan pada hati kita aja yach.... hehe.

JILBAB VS HELM DI Dunia Mahasiswa

Bebicara tentang jilbab tidak lagi menjadi sebuah pembicaraan yang hangat, karena ketika kita membuka wacana tentang jilbab atau yang berbau islami adalah sama dengan ingin meracuni kaum ‘hawa’ (apatis) zaman sekarang, bagi kaum intelek, jilbab adalah sesuatu yang sangat agung, dan sebaliknya bagi kaum yang primitif intelektual yang konservatis, jilbab tidak lain hanyalah sebagai pelindung kepala dari teriknya matahari, dan yang lebih parah lagi memakai jilbab hanya karena takut pada sebuah aturan dunia yang di buat oleh manusia sendiri, ini bukan sebuah perumpamaan, dan bukan cerita dalam sebuah sinetron, tapi inilah realitas kehidupan yang terjadi di dunia mahasiswa dewasa ini.
Di indonesia sebenarnya merupakan ladangnya kampus yang mengatasnamakan kampusnya pengikut Muhammad SAW. Namun yang terjadi kampus – kampus yang mengaku dirinya sebagai kampus yang melanjutkan perjuangan sang pahlawan revolusioner islam atau kampus yang selalu menegakkan syariat islam, itu tidak mampu merealisasikan apa yang menjadi tujuanya, para pemimpinnya seakan di sibukkan dengan urusan duniawinya, sehingga tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya.
Di NTB pun dapat di hitung dengan jari yang memakai jilbab dengan baik dan benar, dan yang lainnya memakai jilbab hanya karena takut di tilang oleh peraturan rektor atau pimpinan institusi dimana tempat mereka menyandang status sebagai mahasiswa, yang mengaharuskan mahasiswanya memakai jilbab, sekarang kita turun ke jalan dan mari kita perhatikan sejenak kendaraan yang berlalu – lalang di jalanan, sangat banyak yang sekedar mengenakkan helm bukan karena niatnya untuk menyelamatkan dirinya atau taat kepada peraturan lalu lintas yang sesungguhnya, dan kita kembali melihat ada apa sebenarnya dengan jilbab? ternyata tidak jauh beda dengan mengenakan helm ketika mengendarai sepeda motor di jalan raya, pengendara sepeda motor memakai helm karena takut di tilang oleh pak polantas, bukan karena mengantisipasi ketika kecelakaan, bahwa helm itu penting untuk melindungi kepalanya.
Pertanyaan yang timbul kemudian, dimanakah bentuk tanggung jawab kita terhadap diri sendiri?, dimanakah bentuk tanggung jawab kita terhadap agama kita dinnul islam adalah agama yang mulia?. Seperti inikah yang harus kita lakukan? Tidak adakah sedikit kesadaran yang timbul dalam benak hati kita untuk merubah pola pikir kita yang konservatis dan munafik itu?
Nah jawabanyan kita tanyakan pada hati kita aja yach.... hehe.

JILBAB VS HELM DI Dunia Mahasiswa

Bebicara tentang jilbab tidak lagi menjadi sebuah pembicaraan yang hangat, karena ketika kita membuka wacana tentang jilbab atau yang berbau islami adalah sama dengan ingin meracuni kaum ‘hawa’ (apatis) zaman sekarang, bagi kaum intelek, jilbab adalah sesuatu yang sangat agung, dan sebaliknya bagi kaum yang primitif intelektual yang konservatis, jilbab tidak lain hanyalah sebagai pelindung kepala dari teriknya matahari, dan yang lebih parah lagi memakai jilbab hanya karena takut pada sebuah aturan dunia yang di buat oleh manusia sendiri, ini bukan sebuah perumpamaan, dan bukan cerita dalam sebuah sinetron, tapi inilah realitas kehidupan yang terjadi di dunia mahasiswa dewasa ini.
Di indonesia sebenarnya merupakan ladangnya kampus yang mengatasnamakan kampusnya pengikut Muhammad SAW. Namun yang terjadi kampus – kampus yang mengaku dirinya sebagai kampus yang melanjutkan perjuangan sang pahlawan revolusioner islam atau kampus yang selalu menegakkan syariat islam, itu tidak mampu merealisasikan apa yang menjadi tujuanya, para pemimpinnya seakan di sibukkan dengan urusan duniawinya, sehingga tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya.
Di NTB pun dapat di hitung dengan jari yang memakai jilbab dengan baik dan benar, dan yang lainnya memakai jilbab hanya karena takut di tilang oleh peraturan rektor atau pimpinan institusi dimana tempat mereka menyandang status sebagai mahasiswa, yang mengaharuskan mahasiswanya memakai jilbab, sekarang kita turun ke jalan dan mari kita perhatikan sejenak kendaraan yang berlalu – lalang di jalanan, sangat banyak yang sekedar mengenakkan helm bukan karena niatnya untuk menyelamatkan dirinya atau taat kepada peraturan lalu lintas yang sesungguhnya, dan kita kembali melihat ada apa sebenarnya dengan jilbab? ternyata tidak jauh beda dengan mengenakan helm ketika mengendarai sepeda motor di jalan raya, pengendara sepeda motor memakai helm karena takut di tilang oleh pak polantas, bukan karena mengantisipasi ketika kecelakaan, bahwa helm itu penting untuk melindungi kepalanya.
Pertanyaan yang timbul kemudian, dimanakah bentuk tanggung jawab kita terhadap diri sendiri?, dimanakah bentuk tanggung jawab kita terhadap agama kita dinnul islam adalah agama yang mulia?. Seperti inikah yang harus kita lakukan? Tidak adakah sedikit kesadaran yang timbul dalam benak hati kita untuk merubah pola pikir kita yang konservatis dan munafik itu?
Nah jawabanyan kita tanyakan pada hati kita aja yach.... hehe.

SEBUAH ANALOGI YG MENGAGUMKAN

Ada seorang pemuda yang sedang berjalan, tiba – tiba saja ada cidomo yang lewat dan pak kusir bertanya mau kemana mas??, ke gomong pak jawab si pemuda, ayo naik.
Si kusir mulai menjalankan kendaraan yang bermesinkan tenaga kuda itu, dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Merek membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si bapak kusir berkata, saya tidak percaya Tuhan itu ada.
Kenapa bapak berbicara begitu? Tanya si pemuda.
Begini, coba anda perhatikan di depan sana, di jalanan untuk menyadari bahwa tuhan itu tidak ada. Katakan padaku jika tuhan itu ada, adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika ada tuhan, tidak akan ada yang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi, kata kusir cidomo
Si pemuda diam dan berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Perjalananpun smpai ke tempat tujuan si pemuda itu kemudian turun dan meninggalka cidomo yang dia tumpangi itu. Beberapa saat kemudian setelah dia meninggalkan tempat dimana dia di turunkan oleh cidomo yang di tumpanginya dan dia melihat banyak orang yang jalan kaki yang meolak di tawarin untuk naik dan tidak mau naik cidomo. Si pemuda itu kembali ke tempat dimana dia di turunkan tadi da kebetulan cidomoo yang dia tumpangi tadi belum meninggalkan temapt itu da tiba – tiba dia berkata, Bapak tahu, sebenarnya TIDAK ADA KUSIR DAN CIDOMO.
Si Bapak kusir tidak terima, kenapa anda berkata demikian? Saya disini dan saya KUSIR CIDOMO, dan barusan anda naik cidomo saya dan saya sendiri kusirnya.
Tidak! Elak si Pemuda, kusir dan cidomo itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang yang jalan kaki.
Ah tidak, tapi tukang cidomo itu ada! Sanggah si kusir cidomo. Apa yang kamu liht itu adalah salah mereka sendiri, kenpa mereka tidak datangg ke sini aja si kusir cidomo memuela diri.
Cocok! Kata si pemuda itu menyetujui. Itulah masud saya! Sama dengan tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapii apa yang terjadi orang – orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, danTIDAK MAU MENCARI-NYA . oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.
Akhirnya bapak kusir tu terdiam dan berpikir seraya berkata nanti saya cari referensi lagi......


By. M. GALLE
SEBUAH ANALOGI
YG MENGAGUMKAN
Ada seorang pemuda yang sedang berjalan, tiba – tiba saja ada cidomo yang lewat dan pak kusir bertanya mau kemana mas??, ke gomong pak jawab si pemuda, ayo naik.
Si kusir mulai menjalankan kendaraan yang bermesinkan tenaga kuda itu, dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Merek membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si bapak kusir berkata, saya tidak percaya Tuhan itu ada.
Kenapa bapak berbicara begitu? Tanya si pemuda.
Begini, coba anda perhatikan di depan sana, di jalanan untuk menyadari bahwa tuhan itu tidak ada. Katakan padaku jika tuhan itu ada, adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika ada tuhan, tidak akan ada yang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi, kata kusir cidomo
Si pemuda diam dan berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Perjalananpun smpai ke tempat tujuan si pemuda itu kemudian turun dan meninggalka cidomo yang dia tumpangi itu. Beberapa saat kemudian setelah dia meninggalkan tempat dimana dia di turunkan oleh cidomo yang di tumpanginya dan dia melihat banyak orang yang jalan kaki yang meolak di tawarin untuk naik dan tidak mau naik cidomo. Si pemuda itu kembali ke tempat dimana dia di turunkan tadi da kebetulan cidomoo yang dia tumpangi tadi belum meninggalkan temapt itu da tiba – tiba dia berkata, Bapak tahu, sebenarnya TIDAK ADA KUSIR DAN CIDOMO.
Si Bapak kusir tidak terima, kenapa anda berkata demikian? Saya disini dan saya KUSIR CIDOMO, dan barusan anda naik cidomo saya dan saya sendiri kusirnya.
Tidak! Elak si Pemuda, kusir dan cidomo itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang yang jalan kaki.
Ah tidak, tapi tukang cidomo itu ada! Sanggah si kusir cidomo. Apa yang kamu liht itu adalah salah mereka sendiri, kenpa mereka tidak datangg ke sini aja si kusir cidomo memuela diri.
Cocok! Kata si pemuda itu menyetujui. Itulah masud saya! Sama dengan tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapii apa yang terjadi orang – orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, danTIDAK MAU MENCARI-NYA . oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.
Akhirnya bapak kusir tu terdiam dan berpikir seraya berkata nanti saya cari referensi lagi......


By. M. GALLE

KEMBALIKAN BUDAYA BIMA YANG AGUNG......

Pada dasarnya daerah bima adalah daerah yang cukup kaya akan budaya juga keunikannya cukup khas itulah yang membedakan dengan daerah – daerah lain di bumi nusantara ini, masyarakatnya yang cukup ramah dan sangat menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan. Namun lagi - lagi itu hanyalah sebuah ungkapan lama (lagu lama yang asing dan membosankan bagi kita saat ini), akankah demikian?.
Budaya yang agung yang telah di ciptakan oleh nenek moyang kita dahulu adalah ciri dan identitas bagi generasi penerus yang harus selalu dan tetap kita jaga kemurnianya, namun seiring waktu berjalan, budaya – budaya kita telah di lupakan begitu saja, tanpa kita memikirkan betapa mahal dan bahkan tak ternilai harganya jika kita tetap menjaga dan melestarikan warisan mereka yang agung itu.
Dewasa ini jangankan melestarikan membicarakan dan mengingatnya pun kita sangat ”muak” karena takut di katain JADUL/KUPER, oleh keadaan yang memaksa kita untuk berbohong dan memperkosa kemerdekaan berpikir kita, Sehingga sangat jarang sekali di perkenalkan di muka umum (publik), dan banyak yang mengira bahwa daerah bima merupakan daerah yang tidak mempunyai kekhasan budaya, bahkan generasi penerusnya yang merupakan harapan Dana Mbojo (tanah Bima) juga seakan tidak pernah tahu atau bahasa Ekstremnya menutup mata dan telinga ketika mendengar cerita tentang sejarah dan kebudayaan daerahnya. Inilah yang sebenarnya mejadi pusat perhatian sehinngga menjadi wacana publik agar dpat di gerakkan oleh generati penerusnya, , yang menginginkan atau yang mempunyai kemauan untuk membangun dan melestarikan budaya kita, karena memang pada dasarnya suatu daerah itu akan di hargai dan di segani apabila menghormati dan menghargai sejarah dan budayanya, sebaliknya suatu daerah akan hancur ketika generasi penerusnya meninggalkan budaya dan sejarah para pahlawannya. Karena budaya (cultur) merupakan simbol atau identitas bagi suatu kaum atau suatu bangsa, ketika kita melihat kondisi bima kekinian sangat mengenaskan dan sangat kritis dimana para elit politik dan pemimpinnya hanya disibukkan oleh kepentingan mereka yang menggerogoti dan menghancurkan keperawanan bumi kita, dengan berdalih menyelamatkan rakyat, akan tetapi prakteknya sangat jauh dari kenyataan dilapangan, Inilah sebenarnya yang di rasakan oleh Bima dewasa ini, generasi mudanya tidak lagi memperhatikan budayanya yang sangat agung, yang terjadi hanyalah terbalik 180 % mengikuti perkembangan barat (Westernisasi), pertanyaanya akankah kita terus membiarkannya berlanjut?, akankah kita hanya menjadi penonton yang menanti kehancuran Dana Mbojo yang kita cintai itu?. Kalau tidak menginginkan semua itu terjadi, mulailah dari sekarang kita melakukan perubahan dengan menggembalika prinsip kebudayaan kita yang asli, dan yang menjunjung tinggi nilai dan norma – norma agama.
mai ta ka mbali ku mbojo ma ntoi
“Wati si ndai cou wali”
….saatnya rejuvenasi cultur bima
kita yang agung, oleh generatisi yang
intelek….

TIPS SMENJADI MAHASISWA YG SUKSES

Dunia mahasiswa tentu saja berbeda dengan SMU. Terutama pada cara belajarnya yang lebih menuntut keaktifan dan kemandirian. Di sekolah menengah proses belajar umumnya dilakukan dengan "belajar", sedangkan di perguruan tinggi transfer pengetahuan selain dilakukan melalui kuliah (belajar),juga dilakukan melalui seminar, diskusi, ceramah, stadium general, dll.

Jika di sekolah menengah kedudukan guru di kelas lebih tinggi dari muridnya, maka di perguruan tinggi dosen dan mahasiswa mempunyai kedudukan yang setara dalam hal mengeluarkan pendapat. Dengan demikian komunikasi yang terjadi dalam proses belajar bersifat dialog.

Berbeda dengan sekolah menengah yang lebih cenderung bersifat monolog.

Begitu pula dalam hal penguasaan materi. Di SMU, seorang pelajar dituntut untuk memproduksi kembali apa yang telah dijarkan gurunya. Sedangkan di perguruan tinggi, mahsiswa diharapkan bukan saja mampu memproduksi kuliah yang diterimanya, melainkan mampu mengembangkan apa yang diterima dari dosennya secara kreatif.

Sukses tidaknya seorang mahasiswa di perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari birokrasi sistem perkuliahan, dosen, lingkungan,keluarga, maupun faktor dari dalam dirinya sendiri.

Sebagai mahasiswa,berprestasi di bidang akademik merupakan suatu keberhasilan. Tapi sukses dalam belajar bukanlah satu-satunya tujuan seeorang mahasiswa.Kemampuan untuk mengembangkan diri dan memeperluas cakrawala berpikir juga tidak kalah pentingnya.

Jadi perguruan tinggi bukanlah pabrik yang cuma memproduksi sarjana-sarjana yang ber-IP (Indeks Prestasi) tinggi. Lebih jauh, perguruan tingi berfungsi untuk menjadikan manusia (mahasiswa) lebih manusiawi sesuai dengan tujuan didirikannya perguruan tinggi.

Buat kamu yang baru saja menyandang predikat mahasiswa, info berikut ini penting untuk diketahui supaya kamu sukses menjadi mahasiswa. Tapi bukan berarti tulisan ini tabu buat yang sudah mengecap pahit-manisnya dunia perguruan tinggi.

1. Berprestasi di Awal Semester

Buatlah prestasi akademik pada semester pertama.Prestasi yang cemerlang akan menjadi langkah awal yang baik bagi kamu untuk semester-semester berikutnya. Ingat, banyaknya mata kuliah yang bisa diambil seorang mahasiswa di tiap semester tergantung pada indeks prestasi mahasiswa tersebut di semester sebelumnya.

Di samping itu akan memacu semangatmu uintuk terus berprestasi di semester-semester berikutnya. Syukur-syukur bisa semakin ditingkatkan.

2. Selektif Memilih Teman

Kemandirian di perguruan tinggi membuat pergaulan sesama mahasiswa cenderung bersifat individualistis. Apalagi jika perkuliahan yang diikuti jarang atau tidak memerlukan kerjasama dan kekompakan kelompok, seperti praktikum misalnya.

Teman diperlukan untuk belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas-tugas kuliah, atau mendapatkan informasi. Karena teman memberikan pengaruh yang cukup besar, maka pilihlah teman yang cocok dan bisa menunjang studimu.

3. Kenali Seniormu

Bersikap baik dan sopanlah terhadap senior. Bukan berarti senior-senior itu gila hormat. Mereka akan lebih bersimpati jika kamu bisa menghargai mereka. Gunanya agar kamu mudah memperoleh pinjaman buku plus soal-soal ujian tahun lalu. Di samping itu kamu bisa mendapatkan berbagai informasi, baik itu tentang dosen, mata kuliah, dan banyak hal lainnya yang berhubungan dengan kuliah. Bukankah senior sudah lebih dulu menjadi mahasiswa daripada kamu.

4. Manfaatkan Perpustakaan

Sering-seringlah mengunjungi perpustakaan, tidak akan ada ruginya. Perpustakaan adalah gudangnya ilmu dan informasi. Apalagi kalau kamu bisa meminjam buku-buku kuliah dari situ. Lumayan, kan untuk menghemat uangmu!

5. Jangan Jadi Mahasiswa Pasif

Setelah menjadi mahasiswa, hindarilah rutinitas : kampus - kantin - kost/rumah. Bisa-bisa kamu seperti katak dalam tempurung. Ikutilah aktivitas-aktivitas di luar jadwal kuliahmu.

Di perguruan tinggi ada begitu banyak kegiatan yang bisa kamu ikuti. Mulai dari kegiatan jurnalistik, kesenian, olah raga, fotografi, pencinta alam,teater, pramuka, dll. Pilihlah organisasi yang sesuai dan cocok dengan minat dan bakatmu. Lebih bagus kalau orgnisasi itu bisa menunjang studimu. Dengan mengikuti banyak kegiatan-kegiatan ekstern, wawasanmu akan bertambah. Kamu bisa mengembangkan kemampuan serta menyalurkan ide-idemu dalam setiap kegiatan tersebut. Lebih jauh, kamu akan mempunyai kemampuan manajerial dan keterampilan di bidang tertentu yang suatu saat dibutuhkan ketika kamu sudah terjun ke masyarakat.Kalau sebelumnya kamu terbiasa menunggu dan menerima segala-galanya dari guru , maka buanglah jauh-jauh kebiasaan itu sejak sekarang. Umumnya ketika kuliah dosen cuma memberi garis besarnya saja. Galilah bahan kuliah itu lebih dalam dari sekadar apa yang diajarkan oleh dosen. Caranya bisa dengan bertanya langsung pada dosen yang bersangkutan, berdiskusi dengan teman, atau mempelajarinya melalui buku-buku dan jurnal.

6. Mengatur Waktu

Kebebasan dan kemandirian yang terdapat di perguruan tinggi membuat kamu berhak mengatur studimu sendiri. Apakah mau diselesaikan dengan cepat, sedang atau bahkan lambat. Tapi ingat, setiap universitas negeri memiliki batas waktu studi maksimum. Maka pandai-pandailah mengatur waktu antara kuliah dengan kegiatan-kegiatan ekstern.

Sempatkan waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas di sela-sela kegiatanmu. Jangan pernah menerapkan SKS (Sistem Kebut Semalam) ketika menghadapi ujian. Selain hasilnya tidak maksimal, Cuma akan mengganggu kesehatan saja. Jika kamu tidak merasakannya sekarang, maka kamu akan mengeluhkan dampaknya ketika usiamu mulai lanjut.Cicillah waktu belajarmu sedikit demi sedikit. Dengan demikian kamu tidak perlu takut ketinggalan studi.

7. Jangan Ketinggalan Informasi

Informasi sangat penting bagi seorang mahasiswa. Apakah itu informasi tentang kuliah, kegiatan-kegiatan kampus, beasiswa, atau kesempatan magang. Adakalanya dosen membatalkan atau memajukan jadwal kuliah atau bahkan ujian tanpa memberi pengumuman secara langsung kepada mahasiswanya. Informasi itu bisa saja diberikan melalui salah seorang mhasiswa yang kebetulan ditemuinya, atau dengan hanya menempelkan pemberitahuan di papan pengumuman. Jadi sering-seringlah membaca papan pengumuman, atau mencari informasi dari teman-teman supaya tidak ketinggalan berita. Masak kamu harus gagal dalam suatu mata kuliah cuma gara-gara ketinggalan informasi. Nggak lucu, kan !

8. Jaga Kesehatan

Kesehatan sangat mempengaruhi prestasi belajar. Gangguan kesehatan akan menyebabkan turunnya kemampuan belajar yang selanjutnya membuat prestasimu merosot.Bahkan yang lebih buruk bisa menggagalkan studimu di tengah jalan.Aturlah kapan waktunya kamu makan, kapan belajar, kapan istirahat, kapan berolah raga, dll. Setelah kamu tetapkan, maka laksanakanlah dengan disiplin.

9. Pertahankan Motivasi

Sering seorang mahasiswa merasa tidak mampu mengikuti kuliah tertentu padahal ia belum mencobanya. Akibat keyakinan yang telah ditanamkannya itu maka ia gagal dalam mata kuliah yang bersangkutan. Untuk meraih prestasi yng baik, maka harus ditanamkam motivasi dan keyakinan diri yang kuat di dalam diri bahwa kamu sanggup mengikuti kuliah itu. Dengan demikian setiap permasalahan yang timbul dalam perkuliahan dapat kamu atasi dan kamu pun lebih bersemangat kuliah. Di lain pihak, akibat terlalu cinta dengan organisasinya, banyak terjadi seorang mahasiswa melalaikan kuliahnya. Ingat, tujuan utama kamu sebagai seorang mahasiswa ! Jangan kecewakan orang tuamu dengan memberikan prestasi kuliah yang buruk. Tetapi tunjukkanlah bahwa kamu bisa berhasil di bangku kuliah tanpa harus terhambat berorganisasi.

Nah, kamu sudah siap menjadi mahasiswa yang sukses,kan !


di kutip dari berbagai sumber.....

WATISI NDAI COU WALI......